POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) merupakan program yang dibentuk oleh BPCB DIY dalam rangka pemberdayaan masyarakat yang berada di sekitar kawasan situs Peninggalan sejarah. Terdapat tiga Pokdarwis yang berada di daerah sekitar situs candi yaitu Pokdarwis Prabu Boko yang berada di sekitar candi Ratu Boko, Pokdarwis Tlatarseneng di sekitar Candi Ijo, dan Pokdarwis Panangkaran yang berada di sekitar situs Candi Prambanan.
Batik merupakan salah satu output
karya dari hasil kebudayaan masyarakat
Indonesia yang memiliki berbagai jenis motif dari berbagai daerah
tertentu. Pada umumnya, motif batik merupakan hasil dari proses
mengamati, mempelajari, dan memadukan antara unsur alam yang bersifat
statis dengan unsur sosial budaya yang lebih dinamis yang kemudian
dituangkan ke dalam suatu media kain melalui berbagai motif yang sarat
akan makna.
Dalam perkembangannya, sebuah gagasan baru muncul yaitu bagaimana motif batik yang diciptakan dapat memberi tidak hanya nilai estetika semata namun juga sekaligus memberikan culture education kepada
para penikmatnya. Salah satu gagasan tersebut direalisasikan dalam
bentuk Batik Motif Relief. Batik Motif Relief merupakan sebuah desain
motif batik yang diperoleh dengan cara mengamati, mempelajari, dan
memadukan antara berbagai aspek alam dan budaya yang terukir dalam
rangkaian relief Candi-candi. Sebagai contoh simbol Kinara-Kinari yang
merepresentasikan Cinta abadi dalam bentuk dua burung yang saling
berdampingan yang kemudian dipadukan dengan unsur tanaman menjulur untuk
memperindah motif batik.
Hal tersebut tentunya selaras
dengan tujuan dibentuknya Pokdarwis yaitu pemanfaatan nilai-nilai pada
suatu objek peninggalan sejarah. Oleh karena itu, ketiga Pokdarwis yaitu Tlatarseneng, Prabu Boko, dan Panangkaran bekerja sama
dengan BPCB DIY dan PPPPTK DIY melakukan serangkaian platihan batik
kepada anggota Pokdarwis. Motif batik yang diaplikasikan pada kain yaitu
motif yang terdapat pada relief-relief candi.
Komentar
Posting Komentar